Langsung ke konten utama

Transformasi sosial dan Kesadaran pemuda dalam pergaulatan hidup

oleh
Machfudzh Ramadhan Faiz

Pada dasarnya, berbagai permasalahan hadir di tengah masyarakat indonesia baik itu tentang sejarah ataupun masa sekarang yang masih jadi perbincangan hangat.

Dimulai dari Imperealisme yang memperoleh barang atau  melakukan perdagangan di Indonesia yang juga biasa disebut kolonialisme yang menjajah secara fisik bangsa dan negara.

Perjalanan sejarah bangsa Indonesia sejak tumbuhnya kesadaran rakyat Nusantara untuk membentuk satu negara bangsa melalui Sumpah Pemuda di tahun 1928 yang kemudian secara resmi menjadi satu negara Kesatuan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustius 1945, menunjukkan adanya perkembangan kebudayaan dan peradaban bangsa Indonesia dari waktu ke waktu. Didalam perkembangan kebudayaan Indonesia sejak lahirnya, secara bertahap telah terjadi proses “transformasi sosial”yang timbul dari dinamika hubungan antara pemerintah negara dengan rakyatnya, dan dari dinamika hubungan diantara rakyat didaerah yang satu dengan daerah lain yang dihuni oleh suku-suku bangsa yang mempunyai adat-istiadat maupun nilai-nilai sosial budayanyamasing-masing.

 Dengan menyatunya semua suku bangsa diseluruh wilayah Indonesia kedalam satu Kesatuan bangsa, bangsa Indonesia, maka terbentuklah Kebudayaan Nasional Indonesia sebagi suatu “gestalt”, yang mempunyai karakteristik yang khas Indonesia pula.

Dewasa ini, ditengah era globalisasi yang tidak idibatasi ruang dan waktu, kita imengamati terjadinya berbagai transformasi sosial budaya dalam kehidupan bangsa kita, yang dipengaruhi oleh kondisi lingkungan pergaulan internasional bangsa-bangsa di dunia dan kemajuan ilmu pengetahuan & teknologi di dunia. Didalam diri bangsa kita terjadi perubahan-perubahan sistem nilai sosial budaya, terjadi perkembangan cara pandang (mind set) masyarakat Indonesia dalam berkehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara kita, serta terjadi kemajuan tingkat peradaban karena bertambah luasnya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang dikuasai oleh bangsa kita.

Pada dasarnya, dinamika perkembangan kebudayaan maupuntransformasi sosial budaya yang terjadi dalam masyarakat bangsa Indonesia, terjadi melalui satu proses yang panjang, dalam jangka waktu lama,mengikuti perkembangan zaman, membentuk gestalt dengan karakteristik budaya baru, yang berbeda dari aslinya. Dinamika transformasi sosial budaya di daerah yang satu, berbeda dengan yang terjadi di daerah lainnya, hingga kemudian terbentuk satu Sub-Budaya (sub-culture) tersendiridi masing-masing daerah tadi.Akan tetapi betapapun adanya perbedaan karakteristik-budaya diantara daerah-daerah tadi, tetap ada persamaan-persamaan superficial yang membentuk satu Kebudayaan Nasional Indonesia. Inilah makna inti dari “Bhineka Tunggal Ika”.

Transformasi sosial budaya yang terjadi dalam satu kelompok masyarakat, pada umumnya terjadi karena keharusan menyesuaikan diri kepada rangsangan, tantangan maupun tuntutan yang datang dari lingkungan hidupnya. Baik lingkungan alam, maupun lingkungan sosialnya. Lingkungan alam pada umumnya bersifat relatif tetap (kalaupun terjadi, perubahan lingkungan alam biasanya bersifat sementara, seperti bencana alam misalnya, atau melewati jangka waktu yang panjang). Sebaliknya, perubahan lingkungan sosial, seperti misalnya kelompok masyarakat tetangganya, bersifat sangat dinamis.

Disamping kemajuan iptek dan perkembangan lingkungan sosial masyarakat sekelilingnya, faktor penting lain yang menyebabkan terjadinya transformasi sosial budaya dalam masyarakat adalah, “pendidikan”. Melalui pendidikan, generasi penerus mereka, belajar mengenai sistem nilai yang dijunjung tinggi oleh tiap anggota masyarakat tadi. Melalui pendidikan,mereka belajar mengenai pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang diperlukan dalam memproduksi komoditas yang dibutuhkan dalam kehidupan mereka. Melalui pendidikan mereka selanjutnya mampu melakukan penelitian danpengembangan iptek untuk meningkatkan taraf kehidupan dan tingkat peradaban mereka.Dan melalui pendidikanpula, mereka belajar mengenai sistem tata-kelola kehidupan sosial bermasyarakat,untuk menumbuhkan rasa aman dan tenteram bagi semua anggota masyarakat tadi.

Menyadari terjadinya ketiga proses transformasi sosial diatas, para pakar ilmu sosial mengerti bahwa “proses transformasi sosial budaya masyarakat” itu dapat dirancang, dan direkayasa untuk membentuk “budaya masyarakat” produktif, yang mereka inginkan. Sistem kebudayaan dan peradaban berdasarkan dasar falsafah dan dasar spiritual yang mereka miliki, dapat dibangun untuk mencapai cita-cita kolektif mereka.

Dalam hal ini, pemuda juga mempunyai peran dalam transformasi sosial. Dalam artian, sejarah telah membuktikan bahwa pergerakan mahasiswa dari tahun 1908 yang dinamakan sebagai gerakan budi oetomo hingga diadakannya pertemuam pemuda dari seluruh nusantara di Kongres Pemuda telah mentransformasih segala aktivitas masyarakat Indonesia.

Kesimpulan  : kedua subtema yang dibahas diatas saling memiliki korelasi, sebab kedua subtema yang saya angkat karena masing-masing memiliki pembahasan yang beda tetapi memiliki teori perubahan sosialnya sendiri mulai yang berbasis tauhid dan kepemudaan dalam pergaulatan hidup.

Saran : Saya sadar artikel yang saya buat sangat jauh dari kata sempurna, karena keterbatasan dan kurangnya pengetahuan saya terhadap materi yang saya angkat. Namun kemudian saya sangat berharap kritik dan masukan yang membangun dari para pembaca.

Melebur Perbedaan Merawat Keberhimpunan

Sehimpun Secita HIMPUNAN MAHASISWA ISLAM

 

 

Komentar